Agen Bola Terpercaya Indonesia – Cerita Dongeng Leicester City bersama Claudio Ranieri yang menjadi juara Liga Premier Inggris musim 2015/2016 sudah berakhir. Kini tim yang mendapatkan julukan sebagai The Foxes telah kehilangan kenangan terindah sepanjang sejarah dan harus menerima kenyaatan terpahit dengan menduduki posisi 17 alias hanya 1 strip di atas zona degradasi menuju divisi 2 musim 2016/2017. Berbagai kritikan mulai mendera dan publik maupun para penggemar mulai bertanya apa sebenarnya penyebab kehancuran dinasti Ranieri yang berisikan pemain pemain yang sempat menjadi incaran klub top Eropa seperti Riyad Mahrez dan Jamie Vardy.

Nah, Team Bolaparlay mencoba untuk menelusuri faktor faktor yang mengakibatkan Leicester City bermain bak tim pesakitan yang bahkan sudah tidak mampu mencetak gol selama 10 jam dan hasil minor terakhir di kandang Swansea City semalam resmi menobatkan tim yang di miliki pengusaha Thailand Vichai Srivaddhanaprabha menelan 5 straight kekalahan. Dari berbagai hasil analisa di temukan 5 penyebab kemunduran drastis dadakan yang di alami Leicester City seperti berikut.

1. Ketajaman 2 sosok sentral Leicester City merosot tajam.

Riyad Mahrez Bolaparlay

Tidak dapat di pungkiri padunya sosok Jamie Vardy dan Riyad Mahrez yang seperti pasangan sejoli baik dalam membagi bola maupun mengeksekusi peluang di musim lalu yang membuat Leicester City mampu memegang tahta Premier Inggris. Namun di musim ini, bagaikan pasangan yang mengalami hubungan retak, tiada kekompakan antara Vardy dan Mahrez lagi.

Vardy bahkan harus beberapa kali tersingkir ke bangku cadangan “berkat” sejumlah penampilan melempem seperti kehilangan naluri atau insting mencetak gol ketika sudah berada di depan gawang lawan. Sementara Mahrez kehilangan daya magisnya dalam melakukan dribble melewati pemain musuh dan sudah tidak sanggup mengirimkan umpan umpan silang nan akurat.

2 . Lini pertahanan bak tulang yang rapuh nan keropos.

Wes Morgan Bolaparlay

Ketika tim mengalami kebobolan tidak semata mata kesalahan terletak pada kiper seorang. Ada benteng yang seharusnya melindungi kiper yaitu pemain belakang. Kinerja 2 bek tengah besar nan kekar, Wes Morgan dan Robert Huth yang semula begitu menakjubkan dalam hal cegatan, tackling maupun menyapu bola keluar dari barisan pertahanan tiba tiba bermain nian buruk. Koordinasi mumpuni kedua pemain mendadak menghilang tak berbekas. Seolah olah benteng pertahanan super kokoh dan tangguh hancur dalam sekejap karena di bongkar.

3. Tiada gelandang jangkar sehebat Ngolo Kante.

Ngolo Kante Bolaparlay

Musim lalu Ranieri memiliki gelandang pekerja keras bernama Ngolo Kante yang sanggup melakukan intercept sebelum pemain lawan sampai ke lini pertahanan, merusak irama permainan gelandang musuh hingga mendistribusikan bola ke depan. Kepergian Kante menuju Chelsea jelas merupakan sebuah kerugian sungguh besar. Ibaratnya sebuah motor kehilangan dinamo.

Sayangnya, dari sekian banyak pengganti yang sudah coba di gunakan seperti Nampalys Mendy ( Di beli dari Nice sebesar 15,5 juta Euro ) dan Wilfred Ndidi ( Di transfer dari Racing Genk dengan rekor 17,6 juta Euro ) hingga menempatkan Andy King berada di posisi penting tersebut, tiada satu pun yang mampu membayar ekspektasi sebagai pengganti sepadan.

4 . Passion para pemain menghilang.

Leicester Downfall Bolaparlay

Passion atau biasa di kenal nama gairah adalah sebuah hal yang penting untuk mencapai kesuksesan. Semula faktor tersebut di miliki oleh Ranieri bersama pasukan arahannya terutama sangat terlihat di musim lalu. Namun passion menghilang di musim ini secara jelas para pemain Leicester City bermain seperti tiada hasrat untuk memenangkan pertandingan. Sering kali operan gagal menuju sasaran dan tidak tercipta sistem permainan sinergi layaknya musim lalu.

Mungkin juga faktor kelelahan karena harus membagi konsentrasi di banyak ajang seperti Liga Champion Eropa, English FA Cup, English Football League Cup dan terakhir tentunya English Premier League lah yang menyebabkan Vardy dan kawan kawan kesulitan untuk menemukan bentuk permainan terbaiknya.

5. Ranieri kembali berubah menjadi sang tinkerman.

STOKE ON TRENT, ENGLAND - SEPTEMBER 19:  Claudio Ranieri manager of Leicester City during the Barclays Premier League match between Stoke City and Leicester City at Britannia Stadium on September 19, 2015 in Stoke on Trent, England. (Photo by Clint Hughes/Getty Images)

Salah satu alasan kenapa Leicester City tampil sungguh tidak kompak adalah kebiasaan Ranieri yang kembali beralih pada kebiasaan lamanya sesuai julukan Tinkerman, yakni hobi mengotak atik pola permainan dan susunan komposisi pemain yang di turunkan. Bila musim lalu sangat terlihat jelas pola permainan 4-4-2 menggunakan materi punggawa yang hampir sama dan tiada perbedaan mencolok kecuali ada cedera yang mengganggu, maka musim ini “rotasi” di gunakan Ranieri membuat kekompakan tersebut menghilang total dari peredaran.

Masalahnya pemain pemain baru seperti Islam Slimani, Mendy, Ndidi hingga Ahmed Musa belum bisa bermain menyatu dengan pemain lama hingga tidak sanggup menciptkan sebuah sistem permainan yang bisa membuat Leicester City tampil sehebat musim lalu bahkan semakin terpuruk.

Kesimpulan yang dapat di petik dari hasil analisa tersebut adalah Leicester City berada di ambang kehancuran layaknya kerajaan yang sudha mau runtuh menuju tamat. Masih ada secercah harapan dengan Ranieri sebagai sang pemegang kemudi kapal harus secepatnya mencari solusi atas berbagai permasalahan yang menimpa tim asuhannya.

Kabar baiknya mantan pelatih Juventus dan AS Roma ini telah menemukan akar masalah dan siap memperbaiki kondisi darurat dalam waktu sesingkat singkatnya. 2 laga mendatang saat bertandang ke markas Millwall dalam kompetisi lanjutan English FA Cup putaran ke lima dan Sevilla di ajang Liga Champion Eropa menjadi pembuktian ucapan sang juru taktik utama.

Daftar Agen Sbobet menyakini Leicester City akan bangkit pada waktu dan kondisi yang tepat. Maka dari itu tetap pilih lah pada Leicester City yang memberikan voor 1/4 bola saat berhadapan dengan Millwall dan simpan 1 1/4 bola saat melawat ke markas Sevilla.

Sebagai Agen Bola Terpercaya yang sudah lama berkecimpung sebagai perantara pembuatan user id Sbobet maupun Maxbet, situs bolaparlay menjanjikan kenyamanan dalam bermain bagi member Bolaparlay maupun pencinta taruhan bola online dengan proses Depo dan Withdraw ( WD ) sangat cepat dengan waktu kurang dari 3 menit. 

Selain itu kami juga menyediakan games Live Casino 338A dan juga Taruhan Togel Horey4D dan diskon terbesar untuk pemasangan togel online.